STUDI KASUS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM DI TATANAN KELUARGA

Authors

  • Aghisna Putri D3 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Kendal

Keywords:

Hipertensi, Relaksasai

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau peningkatan abnormal secara terus menerus lebih dari satu periode. Hipertensi sering terjadi pada usia yang lebih dari 30 tahun. Hipertensi dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah faktor stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan teknik relaksasi napas dalam. Untuk penatalaksaan penyakit hipertensi dapat menggunakan penatalaksanaan non medis, salah satunya adalah menghindari stres dengan teknik relaksasi. Teknik relaksasi yang dianjurkan disini adalah teknik relaksasi napas dalam, karena bernafas dengan cara dan pengendalian yang baik mampu memberikan relaksasi serta mengurangi stress dan mampu menurunkan tekanan darah. Untuk mengetahui kebenaran penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan teknik relaksasi napas dalam, maka peneliti menggunakan desain penelitian studi kasus. Pada saat pengkajian dilakukan didapatkan hasil tekanan darah 160/90 mmHg, kemudian setelah dikelola selama 3x pertemuan didapatkan hasil akhir tekanan darah yaitu 130/80 mmHg. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan teknik relaksasi napas dalam

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aris Widiyanto (2016) Hubungan

kepatuhan minum obat denga

kesembuhan pasien tuberculosis paru

BTA Positif di puskesma delanggu

kabupaten klaten

Asra Septia , hubungan dukungan keluarga

dengan kepatuhan minum obat pada

penderitaTBparu.https://media.neliti.

com/media/publications/185830-IDhubungan-dukungan-keluargadengan-kepatu.pdf (diaskes 26

september 2018)

Departemen Kesehatan RI., 2009, Pedoman

Nasional Penanggulangan

Tuberkulosis Paru, Jakarta, Depkes

RI

Depker RI. (2010). Riset kesehatan dasar.

e-journal Keperawatan(e-Kp) Volume 7 Nomor 2, Agustus 2019

Jakarta: Badan Litbangkes Depkes RI.

Friedman, M. 2010. Buku ajaranan

keperawatan keluarga, riset, teori,

dan praktek. Edisi ke-5 . Jakarta

EGC

Freidman, M. M., Bowden, V. R., & Jones,

E.G. (2010). Buku ajar keperawatan

keluarga: Riset, teori, dan praktik,

alih bahasa, Akhir Yani S. Hamid

dkk; Edisi 5. Jakarta: EGC.

Maulidia, D.F. (2014). Hubungan antara

dukungan keluarga dan kepatuhan

minum obat pada penderita

tuberculosis di wilayah ciputat

tahun2014 (diaskes 18 mei 2019)

Maria H. Bakri, SKM., M. Kes asuhan

keperawatan keluarga

Manalu H.S.P.(2010). Faktor-faktor yang

mempengaruhi kejadian TB paru dan

upaya penanggulangannya.indonesia

jurnal of health ecology, 2010,9,4

Maulidia, D.F. (2014). Hubungan antara

dukungan keluarga dan kepatuhan

minum obat pada penderita

tuberculosis di wilayah ciputat

tahun2014 (diaskes 18 mei 2019)

Novitasari, I.A. (2014). Hubungan antara

dukungan keluarga terhadap konsep

diri pada penderita TBC dalam

proses pengobatan di wilayah kerja

puskesmas bendosari sukoharjo

(Doctoral dissertation, universitas

muhammadiyah Surakarta).(diaskes

mei 2019)

Notoadmodjo, S. (2010). Metodologi

Penelitian Kesehatan, Jakarta:Rineka

Cipta

Rukmini,R, & Chatarina, U.W.(2011).

Faktor-faktor yang berpengaruh

terhadap kejadian Tb Paru dewasa di

Indonesia (analisis data riset

kesehatan dasar tahun 2010) bulletin

penelitian sistem kesehatan,14(4)

Rusnoto, R. (2008). Faktor-faktor yang

berhubungan dengan kejadian tb paru

pada usia dewasa (Studi kasus di balai

pencegahan dan pengobatan penyakit

paru Pati). Jurnal Epidemiologi.

Hiswani. (2009), Tuberkulosis merupakan

penyakit infeksi yang masih menjadi

masalah kesehatan

masyarakat.Diakesdarihttp://library

.usu. ac.id/download/fkmhiswani6.

pdf pada tanggal 10 April 2014.

Illu, S. I. D.. Picauly, I., & Ramang, R.

(2012). Faktor-faktor penentu

kejadiantuberkulosis paru pada

penderita anak yang pernah berobat di

RSUD W.Z Yohanes Kupang. Diakses

melalui

http://www.academia.edu/4915863/

faktorfaktor_penentu_kejadian_tuberk

ulosisparu_pada_penderita_anak_yang

_pernah_berobat.pdf pada tanggal 23

Mei2014

Pare, L. Amiruddin R, & Leida I. (2012).

Hubungan antara pekerjaan. PMO

pelayanan

Safii, S., Putri, S. T., & Suparto, T. A.

(2018). Gambaran Kepatuhan Pasien

Tuberkulosis Paru Terhadap Regimen

Terapeutik Di Puskesmas

Padasuka. JURNAL PENDIDIKAN

KEPERAWATAN INDONESIA, 1(2),

-104

Setiadi, (2013), Konsep dan Praktek

Penulisan Riset Keperawatam,

Edisi 2, Yogyakarta; Graha Ilmu

Suprajitno, S.kep Asuhan keperawatan

keluarga (diaskes 21 mei 2019)

Subhakti, K.A. (2014). Hubungan

dukungan keluarga dengan tindakan

penderita tb paru melakukan control

e-journal Keperawatan(e-Kp) Volume 7 Nomor 2, Agustus 2019

ulang dipuskesmas sidomulyo. Jurnal

online mahasiswa (JOM) bidang ilmu

keperawatan, 1 (1),1-6. (diaskes 18 mei

WHO. (2009). Defenition and diagnosis of

pulmonolgy tuberculosis. Diakses

darihttps://mdgsgoals.com.who.int/

sree/ pada tanggal 27 Desember

WHO. (2013). Report tuberculosis in

thworld. Diakses dari https://

extranet.who.int/sree /Reports

padatanggal 27 Desember 2007

Zulka, A. N. (2015). Hubungan

Pelaksanaan Fungsi Afektif Keluarga

dengan Tingkat Harga Diri Klien

Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas

Tanggul dan Sumberbaru Kabupaten

Jember

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Putri, A. (2022). STUDI KASUS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM DI TATANAN KELUARGA. Repository STIKES Muhammadiyah Kendal. Retrieved from http://repo.stikesmuhkendal.ac.id/index.php/repository/article/view/11