STUDI KASUS PENGELOLAAN HAMBATAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN FOKUS INTERVENSI LATIHAN GENGGAM BOLA

Authors

  • Alif Hidayatul Aulia

Keywords:

stroke, latihan genggam bola

Abstract

Pendahuluan : Stroke adalah kerusakan pada otak yang muncul mendadak, progresif dan cepat akibat gangguan peredaran darah otak non traumatik. Gangguan tersebut secara mendadak menimbulkan gejala antara lain kelumpuhan sesisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain. Gejala khusus pada pasien stroke salah satunya kehilangan motorik yaitu hemiparesis/ kehilangan pada salah satu sisi tubuh. Salah satu rehabilitasi untuk mengatasi stroke yaitu dengan latihan genggam bola.

Tujuan : penelitian mengetahui kebenaran terapi latihan genggam bola dalam peningkatan kekuatan motorik pasien stroke.

Jenis penelitian : dengan metode studi kasus. Peneliti menggunakan 1 responden dalam melakukan implementasi yang dikelola selama 7 hari berturut-turut.

Hasil penelitian : berdasarkan hasil penelitian latihan genggam bola dapat meningkatkan skala otot klien setelah dikelola selama 7 hari berturut-turut dalam waktu 10-15 menit mengalami peningkatan dari nilai skala otot 2 menjadi 3, maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kekuatan skala otot setelah dilakukan latihan genggam bola.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, D.Dirga. (2017). pengaruh terapi aktif menggenggam bola karet terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik di wilayah kerja puskesmas pengasih II Kulon Progo Yogyakarta. Skripsi. STIKES Jendral Ahcmad Yani Yogyakarta.

AHA. (2015). Heart Disease And Stroke Statistics. American Heart Asociation Journal.

Ambarwati, F.R. (2014). Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Dua Satria Offset.

Angliadi, L.S. (2016). Pengaruh Mobilisasi Dan Rangsangan Taktil Secara Bersamaan Terhadap Pemulihan Motorik Anggota Gerak Atas Pada Pasien Stroke. Jurnal biomedik. Vol.8 No.3 pp. 197-202. Doi : https://doi.org/10.35790/jbm.8.3.2016.14156 . Diakses pada tanggal 2 juni 2020 dari

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/biomedik/article/view/14156

Annisa H, Santi M, dan Lucia YH. (2021). Determinan Kejadian Stroke Pada Pasien Hipertensi. Jurnal Kesehatan Global, Vol. 4, No. 2. Doi : https://doi.org/10.33085/jkg.v4i2.4794 diakses pada tanggal 11 juni 2021 dari http://ejournal.helvetia.ac.id/index.php/jkg/article/view/4794

Arya, W.W. (2011). Strategi Mengatasi & Bangkit Dari Stroke. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azizah, N., dan Wahyuningsih. (2020). Genggam Bola Untuk Mengatasi Hambatan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik. Jurnal Management Asuhan Keperawatan. Vol. 4, no. 1 januari 2020 pp 35-42. Doi : https://doi.org/10.33655/mak.v4i1.80 Diakses pada tanggal 3 mei 2020 dari http://jurnal.akper-whs.ac.id/index.php/mak/article/view/80

Battica Fransisca, B. (2014). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta : Salemba Medika.

Black & Hawks. (2014). Medical Surgical Nursing: Clinical Management For Positive Outcame. Saunders: Elsevier. Terjemahan. Keperawatan Medikal Bedah: Manajement Klinis Untuk Hasil Yang Diharapkan. Jakarta: EGC.

Budi, H., Netti, dan Yossi, S. (2019). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Menggenggam Bola Terhadap Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pasien Stroke Iskemik. Jurnal Sehat Mandiri. vol. 14 no. 2. Doi : https://doi.org/10.33761/jsm.v14i2.151 Diakses pada tanggal 3 mei 2020 dari http://jurnal.poltekkespadang.ac.id/ojs/index.php/jsm/article/view/151

Chaidir, Reny dan Zuardi, I. M. (2014). Pengaruh Latihan Range Of Motion Pada ekstermitas Atas Dengan Bola Karet Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke

Non Hemoragi Di Ruang Rawat Stroke RSSN Bukittinggi. AFIYAH. Vol. 1, No. 1, Pp. 1-6.

Dewangga, Gilang Ikrar. (2016). Perbandingan Kekuatan Genggam Tangan Dengan Latihan Bola Bergerigi Dan Tumpul Pada Stroke Non Hemoragik Di Rsud Prof. Dr. Margono Soekarjopurwokwerto. Diploma Thesis. Universitas Muhammadiyah Purwokwerto.

Edes, A. N. and Crews, D. E. (2017). Allostatic Load And Biological Anthropology. Am J Phys Anthropol. 162(s63):4470.

Ester, D.R. (2018). Pengaruh Latihan Gerak Pada Ekstermitas Dengan Hemiparesis Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke Non Hemoragik di Wilayah Kerja Puskesmas Kebon Jeruk. Skripsi. Universitas Esa Unggul.

Guyton A. C. and Hall J. E. (2012). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC.

Hasanah, Nurul. (2015). Laporan Pendahuluan Hambatan Mobilitas Fisik. Diakses pada tanggal 30 juni 2020 dari http://www.Laporan-pendahuluan- hambatan-mobilitas-fisikpdf.com

Hidayat, A.A. (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep Keperawatan Buku 1. Jakarta: Salemba Medika.

Http://SuwartanaKadek.Blogspot.co.id/2012/11/RangeOfMotion.html. Diakses tanggal 30 mei 2020

Indrawati. (2018). Pengaruh Kombinasi Terapi Latihan Range Of Motion, Genggam Bola Karet Dan Kompres Hangat Terhadap Kekuatan Motorik Ekstermitas Atas Dan Kadar Kortisol Pada Klien Pasca Stroke. Tesis, Universitas Airlangga.

Irdawati, I. (2009). Perbedaan Pengaruh Latihan Gerak Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Hemiparase Kanan Dibandingkan Dengan Hemiparase Kiri. Media Medika Indonesiana, Vol. 43, No. 2. Pp. 75-82. ISSN 0126-1762 Diakses pada tanggal 3 maret 2021 dari http://eprints.undip.ac.id/14217

Irfan M. (2010). Fisioterapi Bagi Insan Stroke. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Jayanti, A. A. (2015). Hubungan Hipertensi dengan Kejadian Stroke di Sulawesi Selatan. Skripsi. Jakarta : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Junaidi, I. ( 2011). STROKE, Waspadai Ancamanya. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Kim AS, and Jhonston SC. (2011). Global Variation In The Relative Burden Of Stroke And Ischemic Heart Disease. Circulation 124:314-323.

Masjoer, A ., et all. (2001). Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I, Ed.3. Jakarta : FKUI.

Mubarak, W.I. (2008). Buku Ajar Keperawatan Manusia: Teori Dan Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: Media Aesculapius.

Murtaqib, M. (2013). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Aktif Terhadap Perubahan Rentang Gerak Sendi Pada Penderita Stroke Di Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. IKESMA J Ilmu Kesehat Masy. ;9 No 2. ISSN 2684-7035. Diakses pada tanggal 2 juni 2020 dari http://jurnal.unej.ac.id/index.php/IKESMA/article/view/1670

mutmaina, B. wahiduddin dan Jumriani. (2013). Faktor Risiko Stroke Pada Dewasa Awal (18-40 Tahun) di Kota Makasar tahun 2010-2012. Artikel Penelitian. Makasar : Universitas Hasanudin.

Muttaqin. (2008). Mengantisipasi Stroke. Cetakan I. Yogyakarta: Buku Biru. Mozaffarian, D., et all. (2015). Reliability Of Maximal Grip Strength

Measurements And Grip Strength Recovery Following A Stroke. Journal Of

Hand Therapy, 28(4), 356-363.

Nasir, M. (2017). Global Health Science, Volume 2 Issue 3, September 2017 ISSN 2503-5088 Global Health Science, Http://Jurnal.Csdforum.Com/Index.Php/Ghs Global Health Science, Volume 2 Issue 3, September 2017 ISSN 2503-5088 Global Health Science

Http://Jurnal, 2(3), pp. 283-290 .

Nastiti, D. (2012). Gambaran Faktor Resiko Kejaidan Stroke Pada Pasien Stroke Rawat Inap Di Rumah Sakit Krakatau Medika tahun 2011. Skripsi. Depok : fakultas kesehatan masyarakat universitas indonesia. Diakses pada tanggal

juni 2021 dari http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20289574-S- Dian%20Nastiti.pdf.

Nurartianti, N dan Nuniek, T. W. (2017). Pengaruh Terapi Genggam Bola Terhadap Peningkatan Motorik Halus Pada Pasien Stroke. Jurnal kesehatan. vol.8 No.1 pp. 922-926. Doi: https://doi.org/10.38165/jk.v8i1.98 diakses pada tanggal 3 mei 2020 dari http://jurnal.stikescirebon.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/98

Padila. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta : Nuha Medika.

Pinzon, Rizaldy, Asanti L. (2010). Awas Stroke Pengertian, Gejala Tindakan, Perawatan dan Pencegahan. Yogyakarta: ANDI.

Potter & Perry. (2012). Fundamentals Of Nursing : Concepts, Process And Practice. Jakarta: EGC.

Pudiastuti, R. (2011). Penyakit pemicu stroke. Yogyakarta : nuha medika.

Prok, W. dkk. (2016). Pengaruh Latihan Gerak Aktif Menggenggam Bola Pada Pasien Stroke Diukur Dengan Handgrip Dynamometer. Jurnal E-Clinic.

Vol.4. No. 1, pp. 71-75. Doi : 10.35790/ecl.4.1.2016.10939. Diakses pada tanggal 3 mei 2020 dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/view/10939

Riskesdas RI. (2018). Jakarta. Depkes RI. diakses tanggal 27 mei 2020 dari http://www.depkes.co.id

Rekam Medis RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. (2018). Data Pasien Stroke RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Diperoleh tanggal 20 april 2020 .

Santoso, L. E. (2018). Peningkatan Kekuatan Motorik Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Latihan Menggenggam Bola Karet. Skripsi. Jombang : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang.

SDKI, DPP & PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi Dan Indikator Diagnostik. Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI.

Smeltzer dan Bare. (2014). Buku Ajar Medikal Bedah. Jakarta : EGC.

Speed, C. A., & Champbell, R. (2012). Mechanims Of Strength Gain In A Handgrip Exercise Programme In Rheumatoid Arthritis. Rheumatology International, 32(1): 159-156.

Sudarsono. (2015). Kapita Selekta Neurologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suryati Eros siti, Tarwoto & Wartonah. (2014). Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Persyarafan. Yogyakarta: Yogyakarta Rapha Publishing.

Susanti, . and Bistara, Difran Nobel (2019). Pengaruh Range of Motion (ROM) terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke. Jurnal Kesehatan Vokasional (JKESVO), 4 (2). pp. 112-117. ISSN 2541-0644. Diakses pada tanggal 3 mei 2020 dari http://repository.unusa.ac.id/id/eprint/6413

Sustrani, L, alam, S., dan Hadibroto, I. (2004). Stroke. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Soeharto, I. (2004). Serangan Jantung dan Stroke Hubungannya dengan Lemak & Kolesterol Edisi Kedua. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tarwoto, Wartonah. (2010). Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Udjianti, W. J. (2010). Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta : Salemba Medika. Utami, F.R. (2015). Hubungan Upaya Pencegahan Terhadap Kejadian Stroke

Berulang Pada Penderita Stroke (Studi Kasus Pada Penderita Stroke Di

Poli Syaraf Rawat Jalan RSD Dr. Soebandi Jember, Tahun 2014). Skripsi. Jember: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Wardhani, N. & Martini, S. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Tentang Stroke Pada Pekerja Institusi Pendidikan Tinggi. Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 2(1): 13-23. Diakses pada tanggal 2 april

dari http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers- jbeeb372fdfaafull.pdf

WHO, (2010-a). Neurological Disorder: Public Health Chalenges. Pp 151-162. Switzerlann. Article. Geneva: WHO press. Diakses pada tanggal 6 mei 2020 darihttp://www.who.int/mental_health/neurology/chapter_3_b_neuro_disord ers_public_h_challenges.pdf?ua=1.

WHO. (2010-b). World Stroke Organization Declares Public Health Emergency On Word Stroke Day. Article. Geneva:WHO press. Diakses pada tanggal 6 mei 2020 dari www.worldstrokecampaign.org/get-involved/world- strokeday.html+&cd=1%hl=id&ct=clnk&gl=id.

Wijaya, A. S. dan Putri, Y. M. (2013). Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Nuha Medika

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Hidayatul Aulia, A. (2022). STUDI KASUS PENGELOLAAN HAMBATAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN FOKUS INTERVENSI LATIHAN GENGGAM BOLA. Repository STIKES Muhammadiyah Kendal. Retrieved from http://repo.stikesmuhkendal.ac.id/index.php/repository/article/view/15