STUDI KASUS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TEKNIK RENDAM KAKI AIR HANGAT DI TATANAN KELUARGA

Authors

  • Diva Ekapaksi R. P.

Keywords:

penurunan tekanan darah, teknik rendam kaki, hipertensi

Abstract

Hipertensi merupakan masalah besar, tidak hanya di Negara barat tapi juga di Indonesia. Hipertensi diderita oleh satu miliar orang diseluruh duniaSetiap tahun hipertensi atau tekanan darah tinggi menyumbang kepada kematian hampir 9,4 juta orang akibat penyakit jantung dan stroke dan jika digabungkan, kedua penyakit ini merupakan penyebab kematian nomor satu didunia. Berdasarkan penelitian terdahulu diketahui bahwa hydrotherapy rendam kaki air hangat efektif digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat perendaman kaki dengan air hangat terhadap penurunan hipertensi. studi kasus ini adalah studi berdasarkan EBP (Evidence based practice) untuk mengeksplorasi masalah hipertensi pada keluarga. Pasien diobservasi selama satu minggu. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam studi kasus ini  adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus Pengelolaan  hipertensi pada keluarga dengan pemberian rendam kaki air hangat.Setelah dilakukan terapi rendam kaki air hangat selama 3x pertemuan  menunjukan penurunan tekanan darah semula dari 160/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Hal ini menunjukan bahwa terapi rendam kaki air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada pasien penderita hipetensi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbot,.KD (2007). Hipertensi Sekunder. Medical Review 21 (3): 71-79. Available diakses 1 juli 2020. from:http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin /jurnal/21308717 9.pdf

Amin & hardhi. (2016). Asuhan Keperawatan Praktis Berdasarkan Penerapan Diagnosa Nanda, Nic, Noc Dalam Berbagai Kasus Jilid 1. Yogyakarta: Mediaction

Asia Traditional Chinese Medicine (TCM). (2013). Rendam kaki dengan air panas mempercepatkan peredaran darah. Diakses 1 juli 2020 http://id.asiatcm.com/content/rendam-kaki-dengan-airpanas-mempercepatkanperedaran-darah.

Batjun,M.T. (2015). Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kebun Jeruk Jakarta Barat. Jurnal Keperawatan Diakses 19 Juni 2021 .http://digilib.esaunggul.ac.id/UEUUndergra duate201333070/5307 .

Becker, BE, Hildenbrand, K, Whitcomb, RK & Sanders, JP. (2009). Biophysiologic effects of warm water immersion. International Journal of Aquatic Research and Education. Vol. 3, pp. 24-37.

Chaiton, L. (2002). Terapi Air untuk Kesehatan dan Kecantikan. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Damayanti. D. (2014). Perbedaan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Dilakukan Hidrotereapi Rendam Air Hangat pada Penderita Hipertensi Di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Jurnal STIKES Ngudi Waluyo Ungaran. Vol.5 No.10.

Dapertemen Kesehatan RI., (2012). Masalah Hipertensi Di Indonesia. [Online]. Diakses 27 juni 2020 Available. http://www.depkes.go.id.

Departemen Kesehatan. (2010). Hipertensi Penyebab Kematian Nomor Tiga. Diakses 30 juni 2020 From: http://www.depkes.go.id/article/ print/810/hipertensi-penyebab-kematian-nomor-tiga.html

Fauci et al.(2012).Harrison’s Principles of Internal Medicine 18th Edition. New York, U.S.A.:The McGraw-Hill Companies

Friedman, Marlyn M. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: riset, teori dan praktek. Jakarta: EGC

Harnilawati. (2013). Pengantar ilmu keperawatan komunitas: Sulawesi selatan Pustaka AS Salam

Ilkafah. (2016). Perbedaan Penurunan Tekanan Darah Lansia Dengan Obat Anti Hipertensi Dan Terapi Rendam Air Hangat Di Wilayah Kerja Puskesmas Antara Tamalanrea Makassar. http://www.12194-24300-1-SM.pdf.

Lalage, Z. (2015). Hidup Sehat Dengan Terapi Air. Yogyakarta: Abata Press.

Megan, C et al. (2008). Menopause and Hypertension: An Age-Old Debate Hypertension, American Heart Association, No 4, Februari 2008, hal. 952-959.

Ningrum, D.A. (2012). Perbandingan Metode Hydrotherapy Massage dan Massage Manual Terhadap Pemulihan Kelelahan Pasca Olahraga Aerobic Lactacid. http://repository.upi.edu https://doi.org/10.17509/jtikor.v3i1.11501

Nursalam. (2009). Proses dan Dokumentasi Keperawatan : Konsep dan Praktik. Jakarta : Salemba Medika

Potter,P.A. dan Perry, A.G. (2016). Fundamental of nursing: concept,process,and practice. Ed 4 Vol 2 (Terj. Yasmin Asih, et al). Jakarta : EGC

Reni Yuli. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Kardiovaskular: Aplikasi NIC & NOC. Jakarta: EGC

Riskesdas, K. (2018). Hasil Utama Riset Kesehata Dasar (RISKESDAS). Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 1–200. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201

Smeltzer, Suzzane C. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth. Jakarta: EGC

Sujono Riyadi, S. M. (2011). Buku Keperawatan Medikal Bedah.Pustaka Pelajar: Yogyakarta

Udjianti, W. J. (2010). Keperawatan Kardiovaskular. Jakarta:EGC

WHO dalam Soenarta dan Arieska. (2013). Konsensus Pengobatan Hipertensi. Jakarta: EGC

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Ekapaksi R. P., D. (2022). STUDI KASUS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TEKNIK RENDAM KAKI AIR HANGAT DI TATANAN KELUARGA. Repository STIKES Muhammadiyah Kendal. Retrieved from http://repo.stikesmuhkendal.ac.id/index.php/repository/article/view/23