STUDI KASUS PENGELOLAAN CEDERA KEPALA DENGAN PEMBERIAN TERAPI OKSIGENASI

Authors

  • Elisa

Keywords:

cedera kepala, terapi oksigenisasi

Abstract

Cedera kepala yang didefinisikan sebagai sebuah proses patofisiologis kompleks yang mempengaruhi otak, yang disebabkan oleh kekuatan biomekanik. Seseorang didiagnosis menderita Cedera Kepala umumnya mengalami setidaknya satu dari efek samping berikut: somatik (mis. sakit kepala), kognitif (mis. perasaan dalam kabut, vertigo), emosional (mis. labilitas), fisik (mis. LOC, amnesia, kelelahan), perilaku (mis. lekas marah), kognitif (mis. merasa dalam kabut), atau tidur gangguan (mis. insomnia). Berdasarkan gejala-gejala ini, beberapa alat diagnostik gegar otak telah dikembangkan (Ruff RM dkk, 2016; McCrory P, Meeuwisse HM dkk ,2013).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baheram, L. (2007). Cedera Kepala Pada Pejalan Kaki Dalam Kecelakaan Lalu

Lintas Yang Fatal. Majalah Kedokteran Bandung. 26(2): 52-54.

Baughman, Diane C. dan Joann C. Hackley.( 2003). Keperawatan Medikal Bedah

Buku Saku Dari Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC

Bulechek, Gloria M., dkk. (2016). Nursing Intervention Classification (NIC) Edisi

Bahasa Indonesia. Indonesia : Elsivier

Chesnut, R. M., dkk. (2000). The Role Of Secondary Brain Injury In Determining

Outcome From Severe Head Injury. Jakarta: EGC

Cicerone KD, Dahlberg C, Malec JF, Langenbahn DM, Felicetti T, et al. (2016).

Evidence-based cognitive rehabilitation : updated review of the literature

from 1998 through 2002. See comment in PubMed Commons below Arch

Phys Med Rehabilitation.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., dan Geissler, A. C. (2002). Nursing Care

Plane: Guidelines For Planning And Documenting Patient Care, Edisi 3.

Philadelphia: F. A. Davis Company

Esther IM, Miranda, Maximillian Ch.O & Limpeleh, Hilman (2014). Gambaran

CT Scan Kepala Pada Penderita Cedera Kepala Ringan di BLU RSUP

Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Periode 2012 –2013. Jurnal e – Clinic

Volume 2, Nomor 2, Juli 2014.

Hendrizal. (2014). Pengaruh Terapi Oksigen Menggunakan NonRebreathing

Mask Terhadap Tekanan Parsial CO2 Darah Pada Pasien Cedera Kepala.

Jurnal Kesehatan Andalas. http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.p

hp/jka/article/download/23/18 (Diakses 14 Juni 2021)

Miller, L. (2004). Study Audits The Process Of The Management Of Patients With

Head Injury Presenting At Accident And Emergency (A&E) Departments

And Examines The Impact Upon Resources Of Introducing NICE

Guidelines. (Diakses pada tanggaal 6 Juni 2021) dari:

http://www.biomedcentral.com/1472-6963/4/7

Nanda. (2015). Diagnosis Keperawatan Definisi Dan Klasifikasi 2015-2017 Edisi

Jakarta : EGC

Narayan, R. K., Wilberger, J. E., dan Povlishock, J. T. (2000). Neurotrauma,

General Principles Of Head Injury Management. New York: McDraw-

Hill

Noor Khalilati. (2014). Efektivitas Pemberian Oksigen Melalui Masker Biasa

Dibandingkan Dengan Nasal Kanul Dengan Mengukur Saturasi Oksigen

(SpO2) Pada Pasien Cedera Kepala Ringan Dan Sedang Di Ruang IGD

RSUD Ulin Banjarmasin. Tesis. Patria. (2012). Aplikasi Klinis Terapi

Oksigen. EGC. Jakarta.

Nasution. E.S.(2010). Karakteristik Cedera Kepala Akibat Kecelakaan Lalu

Lintas. http://repository.usu.ac.id/bitstream, (diakses tanggal 20 Juni

.

Nasution, S. H. (2014). Mild Head Injury. Medula. Vol. 2 : 4. Lampung: Fakultas

Kedokteran Universitas Lampung.

Okasha, A., Fayed, A., & Saleh, A. (2014). The FOUR Score Predicts Mortality,

Endotracheal Intubation and ICU Length of Stay After Traumatic Brain

Injury. Neurocritical Care.

Osborn, A. (2003). Head and Neck, Brain, Spine : Diagnostic and Surgical

Imaging Anatomy Series. Lippincott Williams & Wilkin

Price, Sylvia A. dan Lorraine M. Wilson. (2005). Patofisiologi Konsep Klinis

ProsesProses Penyakit Edisi 6. Jakarta: EGC

Ratnasari. (2015). Hubungan Penanganan Oksigenasi Pasien Gawat Dengan

Peningkatan Kesadaran Kuantitatif Pada Pasien Cedera Otak Sedang Di

IGD RSUD DR Abdoer Rahem Situbondo. Jurnal Keperawatan Fikes UMJ.

http://digilib.unmuhjember.ac.id/fi les/disk1/67/umj-1x-destyyurit3312-1-

jurnalf-x.pdf (Diakses 25 Mei 2020)

Retnaningsih.(2008). Cedera Kepala Traumatik. Diakses pada 21 Mei 2020 dari:

http://www.kabarindonesia.com/beritaprint.php?id=20080427234109

Ricard, et.al.(2010). Journal assessing the Neurological Status of Patients with

Head Injuries

Rogatzki MJ, Baker JS. (2016). Traumatic Brain Injury in Sport with Special

Focus on Biomarkers of Concussion Injury. USA : J Neural

Neurophysiology.

Rosjidi,C.H.(2007). Asuhan Keperawatan Klien Dengan Cedera Kepala.

Yogyakarta : Adana Media

Sastrodiningrat, A. G. (2006). Memahami Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Prognosa Cedera Kepala Berat. Majalah Kedokteran Nusantara. 39 (3)

(diakses tanggal 14 April 2021)

Safrizal, Saanin, & Bachtiar. (2013). Hubungan Oxygen Delivery Dengan

Outcome Rawatan Pasien Cedera Kepala Sedang. Bagian Ilmu Bedah

Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr. M. Djamil Padang.

http://www.angelfire.com/nc/neur osurgery/Safrizal.pdf (Diakses 12 April

Sulistyo Andarmoyo. (2012). Kebutuhan Dasar Manusia (Oksigenasi). Konsep,

Proses dan Praktik Keperawatan. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Sumatri, Fritz. (2005). Resiko kematian pada pasien cedera kranioserebral berat

ditinjau dari aspek PaO2 dan PaCO2.

http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak- 110377.pdf, (diakses tanggal 3

April 2021)

Suwandewi, A. (2017). Pengaruh Pemberian Oksigen Melalui Masker Sederhana

dan Posisi Kepala 30º Terhadap Perubahan Tingkat Kesadaran Pada

Pasien Cedera Kepala di RSUD. journal.umbjm.ac.id/index.php/health y,

(diakses tanggal 25 Mei 2020)

Widiyanto, P. (2007). Penanganan penderita cedera pra rumah sakit oleh

masyarakat awam. Diakses pada tanggal 21 Juli 2020 dari:

http://www.google.co.id/search?hl=id&q=dinas+perhubungan%2BCE

DERA+KEPALA&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=

Widiyanto & Yamin. (2014). Terapi Oksigen Terhadap Perubahan Saturasi

Oksigen Melalui Pemeriksaan Oksimetri Pada Pasien Infark Miokard Akut

(IMA). Prosiding Konferensi Nasional II PPNI Jawa Tengah.

http://jurnal.unimus.ac.id/index.ph p/psn12012010/article/viewFile/11

/1189 (Diakses 12 Juli 2020)

Wijaya & Putri. (2013). Keperawatan Medikal Bedah (Keperawatan Dewasa).

Yogyakarta : Nuha Medika.

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Elisa. (2022). STUDI KASUS PENGELOLAAN CEDERA KEPALA DENGAN PEMBERIAN TERAPI OKSIGENASI . Repository STIKES Muhammadiyah Kendal. Retrieved from http://repo.stikesmuhkendal.ac.id/index.php/repository/article/view/25