STUDI KASUS PENGELOLAAN PERNAFASAN PADA PASIEN ASMA DENGAN TERAPI NEBULIZER

Authors

  • Jodi Rubiyanto

Keywords:

Asma, nebulizer, pernapasan, obat cair

Abstract

Penulisan ini merupakan laporan kasus yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi nebulizer mengurangi sesak nafas pada penderita asma bronkiale. Salah satu sampel pasien yang saya rawat yang mengalami masalah asma mengatakan jika sebelum dilakukan terapi nebulizer merasa jika untuk bernafas terasa sesak, jika melakukan pekerjaan yang berat sedikit langsung akan merasa kelelahan, berbanding terbalik setelah dilakukan terapi nebulizer pasien merasa lebih segar saat bernafas dan tidak sesak lagi. Nebulizing merupakan suatu tindakan dengan memberikan penguapan agar lendir encer sehingga mudah diisap. Nebulizer sendiri yaitu alat yang digunakan untuk merubah obat-obat bronkodilator dari bentuk cair ke bentuk partikel aerosol sangat bermanfaat apabila dihirup atau dikumpulkan dalam organ paru, efek dari terapi nebulizer untuk mengembalikan kondisi spasmo bronchus. Banyak obat yang digunakan pada terapi ini, salah satu yang sering digunakan yaitu combiven dan ventolin, obat ini berupa cairan lalu digunakan dengan cara memasukkan nya ke dalam alat nebul, lalu disambungkan dengan masker dan dipasangkan ke si penderita asma, dalam hitungan 10-15 menit setelah alat dinyalakan, pasien diharuskan menghirup obat yang sudah diuapkan tadi.

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan wawancara dan tindakan langsung ke pasien yang mengalami asma bronkiale. Berdasarkan hasil yang didapatkan penulis pada penelitian ini, nebulizer merupakan obat yang bagus bagi para penderita asma untuk mengatasi masalah pernapasan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifudin, T. (2019). Penerapan Terapi Nebulizer pada Pasien Asma. Fakultas Ilmu Kesehatan UMP. Diakses pada 3 Juni 2020, dari http://repositpry.ump. ac.id/9158/3/TahkikAfifudinBABII.pdf

Agustina & Yuliana. (2016). Terapi Nebulizer Mengurangi Sesak Nafas pada Serangan Asma Bronkiale di Ruang IGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Jurnalakperkridahusada.

Alimul. (2007). 29 BAB III METODE PENELITIAN. Digilibunimus. Diakses pada 12 Juni 2020, dari http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=6406

Alsagaff & Mukti. (2010). Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. Surabaya : Airlangga University Press.

Andina & Yuni. (2017). Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional, Yogyakarta : Pustaka Baru Press.

Brunner & Suddarth. (2011). Keperawatan Medikal Bedah (12th ed.). Jakarta : Kedokteran EGC.

Budyasih, S. (2014). BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA OKSIGENASI. Fakultas Ilmu Kesehatan UMP. Diakses pada 16 Juni 2020, dari http://repository.ump.ac.id/2654/3/SUPRAPTI%20BUDYASIH%20BAB%20II.pdf

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Buku Profil Kesehatan Jawa Tengah.2012:39-40. diakses tanggal 23 Mei 2020. Dari www.dinkesjatengprov.go.id

Fimela. (2013). Komplikasi Asma Pada Saluran Pernapasan. Fimela#DiRumahAja. Diakses pada 23 Mei 2020. Dari https://www.fimela.com/beauty-health/read/3818611/komplikasi-asma-pada-saluran-pernapasan

Hardja, H. (2017). BAB 2 LANDASAN TEORI ASMA. Docplayer. Diakses pada 16 Juni 2020, dari https://docplayer.info/51528870-Bab-ii-landasan-teori.html

Iskandar, T . (2017). BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Docplayer. Diakses pada 3 Juni 2020, dari https://docplayer.info/48583021-Bab-2-tinjauan-pustaka.html

Jurnal Respirologi. (2018). Jurnal Respirologi Indonesia. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Vol. 38 No 4.

Katerine., Medison, I. dan Rustam, E. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan Mengenai Asma dengan Tingkat Kontrol Asma. Jurnal Kesehatan Andalas.

Lumbantobing, V. (2017). Efektivitas Terapi Nebulizer dengan Ipratropium dan Fenoterol terhadap Saturasi Oksigen. Jurnal Keperawatan BSI. Vol. 5 No. 1.

Manurung, D.N.M. dan Nasrul, A., Medison, I. (2013). Gambaran Jumlah Eosinofil Darah Tepi Penderita Asma Bronkial di Bangsal Paru RSUP Dr. M. Djamil padang. Jurnal Kesehatan Andalas

Muslihah. (2010). Keperawatan Gawat Darurat. Yogyakarta : Nuha Medika.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Nursalam. (2013). Metode Penelitian Ilmu Keperawatan (Pendekatan Praktis) (3rd ed.). Jakarta: Salemba Medika.

PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta : PPN.

Rohman. (2015). BAB II LANDASAN TEORI A. ASMA. Fakultas Ilmu Kesehatan UMP. Diakses pada 16 Juni 2020, dari http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/206/3/BAB%20II.pdf

Rosalmarlina., Yunus, F., Dianiati, K.S. (2010). Prevalensi Asma Bronkial Berdasarkan Kuosioner ISAAC dan Perilaku Merokok pada Siswa SLTP di Daerah Industri Jakarta Timur. Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan Jakarta.

SDKI. (2016). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Sirda. (2012). Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen. Makalah Askep Teori Oksigenasi Hampir. https://id.scribd.com/doc/152095360/Makalah-askep-teori-oksigenasi-Hampir-docx. Diakses pada 16 Juni 2020

Syamsudin & Keban. (2013). Buku Ajar Farmakoterapi Gangguan Saluran Pernapasan. Jakarta : Salemba Medika.

Taqwaningtyas, Ficka. (2013). diakses pada 16 Juni 2020. Dari digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/6/01-gdl-fickatqwa-291-1-fickata-s.pdf

Tarwoto & Wartonah. (2015). Kebutuhan Dasar Manusia dan Asuhan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Verzarie, R. (2019). 10 Komplikasi Asma Paling Menakutkan. Doktersehat. Diakses pada 23 Mei 2020, dari https://doktersehat.com/komplikasi-asma/

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Rubiyanto, J. (2022). STUDI KASUS PENGELOLAAN PERNAFASAN PADA PASIEN ASMA DENGAN TERAPI NEBULIZER. Repository STIKES Muhammadiyah Kendal. Retrieved from http://repo.stikesmuhkendal.ac.id/index.php/repository/article/view/38