STUDI KASUS PENGELOLAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN DITATANAN KELUARGA

Authors

  • Siti Nur Khalimah

Keywords:

jus mentimun, hipertensi

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena angka prevalensinya yang tinggi. Kejadian hipertensi meningkat pada usia 55-64 tahun dan lebih banyak terjadi pada perempuan.  Mentimun mengandung kalium, kalsium, dan magnesium yang mempunyai efek terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian untuk membuktikan pengaruh jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian studi kasus ini menggunakan 1 subjek dengan metode sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun dikelola 5x pertemuan. Berdasarkan Penelitian pemberian jus mentimun terbukti mampu menurunkan tekanan darah, pada saat pengkajian dilakukan tensi dengan hasil TD : 180/100 mmHg dan setelah dilakukan kelola selama  5x pertemuan maka hasil TD terakhir 163/97 mmHg. Maka dapat disimpulkan bahwa aada pergaruh yang signifikan antara jus mentimun dengan penurunan tekanan darah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali. (2010). Konsep Dukungan Keluarga. Jakarta : Salemba Medika

AHA (American Heart Association). (2017). Hypertension : The Silent Killer : Update JNC-8 Guideline Recommendations. Alabama pharmacy Association, Diakses dari https://doi.org/0178-0000-15-104-H01-P

Amran Y dkk. (2010). Pengaruh Tambahan Asupan Kalium Dari Diet Terhadap Penurunaan Hipertensi Sistolik Dan Diastolik Tingkat Sedang Pada Lanjut Usia. Diperoleh tanggal 20 Juni 2021, diakses dari http://digilib.unimus.ac.id

Aspiani, Y. (2016). Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Kardiovaskuler Aplikasi Nic dan Noc.(W. Praptian, Ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Cerry, dkk. (2015). Pengaruh pemberian jus mentimun terhadaptekanan darah pada penderita hipertensidi desa tolombukan kec. Pasan Kab. Minahasa tenggara. Diakses dari Journal of Nursing Education and Practice. vol.2 no.2 Diperoleh tanggal 20 Juni 2020, diakses dari https://ejournal.undrat.ac.id/index/php/jkp/article/view/8088/.

Dinkes. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Diperoleh tanggal 20 Juni 2020 dan diakses dari https://www.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PRO VINSI_2017/13_Jateng_2017

Dinkes. (2018). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Diperoleh tanggal 15 juni 2021 diakses dari https://dinkesjatengprov.go.id.

Dinkes. (2014). Profil Kesehatan Kabupaten Kendal. Diperoleh tanggal 7 juni 2020 diakses dari https://dinkes.kendalkab.go.id

Ekasari. W. (2018). Tanaman dan Kesehatan Terapi Alternatif Tiga Penyakit Utama dengan Buku Ilmiah. Sidoarjo : Indomedia Pustaka hal 108

Fitrina, Yossi. (2013). Pengaruh pemberian jus mentimun terhadap penurunan Tekanan darah pada penderita hipertensi di jorong Balerong bunta wilayah kerja puskesmas Sungai tarab 1 kecamatan sungai tarab Kabupaten tanah datar Bukit Tinggi Juurnal of Nursing Education and Practice. vol 3 no.2. Diperoleh tanggal 20 Juni 2020, Diakses dari http://www.ejournal.stikesyarsi.ac.id/index.php/JAV1N1/article/view File/6/166.

Friedman, (2010). Buku Ajaran Keperawatan Keluarga : Riset, Teori, dan Praktek. Edisi ke-5. Jakarta : EGC.

Nurarif, A.H. dan Kusuma, H. (2015). APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakaarta: MediAction.

Hariada, L. (2011). Pengaruh Jus Mentimun (Cucumis Sativus Linn) Pada Tekanan Darah Perempuan Dan Laki-Laki Dewasa. Universitas Kristen Maranatha. Juurnal of Nursing Education and Practice. vol 3 no.2 Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/download/808 8/7649.

Hidayat, A. (2012). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Selemba Medika : Edisi 2.

Irianto, Koes. (2014). Gizi Seimbang dalam Kesehatan Reproduksi (Balanced Nutrition in Reproductive Health). Bandung:ALFABETA

Isnaini, M. (2006). Pertanian Organik, Untuk Keuntungan Ekonomi dan Kelestarian Bumi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Kharisna, Dewi dan Lestari. (2014). Efektifitas Konsumsi Jus Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Journal of Nursing Education and Practice. vol.2 no.2 Diperoleh tanggal 20 Juni 2020 ,Diakses dari http://jurnal.borneo.ac.id/index.php/borticalth/article/download/398/257.

Kusnul dan Munir. (2012). Efek Pemberian Jus Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan Darah. Diperoleh tanggal 12 Agustus 2020 dan diakses dari www.journal.unidu.ac.id/index.php/seminas/article/downlod.

Laksmana, D. (2013). Morfologi Tanaman Paria. Diperoleh tanggal 20 mei 2020, diakses dari http://www.petani.hebat.com/2013/10/klasifikasi-dan- marfologi-tanaman-timun.html.

Lapau B, (2013). Metode Penelitian Kesehatan dan Metode Penelitian Skripsi. Yogyakarta : Yayasan Obor

Lebalado. (2014). Pengaruh Pemberian Jus Mentimun (Cucumis sativus L.) Terhadap Tekanan Darah Sistolik Dan Diastolik Pada Penderita Hipertensi. Diperoleh pada tanggal 12 Agustus 2020, diakses dari http://eprints.undip.ac.id/45160/1/627_LOVINDY_PUTRI_LEBALADO.pdf

Lubis. (2013). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Menjalankan Pengobatan Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Indrapura Kabupaten Batu Bara diperoleh tanggal 12 juni 2020. diakses dari http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/viewFile/14947/14517.

Mubarak, Wahid Iqbal. (2009). Ilmu Pengantar Komunitas. Jakarta: Salemba Medika. Setiadi. (2012). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nurarif, H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC-NOC Jilid 2. Jogjakarta: Mediaction Publishing

Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Edisi Pertama. Jakarta : Selemba Medika, hal : 56

Riskesdas.(2018).Profil Kesehatan Indonesia. Diperoleh tanggal 7 juni 2020 diakses dari https://www.kemkes.go.id

Robert, & Kowalski. (2010). Terapi hipertensi Program 8 minggu menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke secara alami. Bandung : PT Mizan Pustaka.

Rudianto, Budi F. (2013). Menaklukan Hipertensi dan Diabetes: mendeteksi,mencegah, dan mengobati dengan cara medis dan herbal. Yogyakarta: SAKKHASUKMA.

Sarkomo.(2016). Mencegah Stroke Berulang. Diperoleh tanggal 19 September 2020, diakses dari http://www.scribd.com/doc/1444261/

Setiadi. (2008). Konsep & Proses Keperawatan Keluarga. EGC. Jakarta

Sinaga A. (2015). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pencegahan Hipertensi Pada Lansia Journal of Nursing. vol.5 no.1 Diperoleh tanggal 20 Juni 2020, diakses dari http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/viewFile/14947/14517.

Sunarti. (2018). Serat pangan dalam penanganan sindrom metabolik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Triyanto, E. (2014). Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi. Graha Ilmu: Yogyakarta.

WHO.(2015).Hari Hipertensi Dunia. Diperoleh tanggal 16 mei 2020, diakses dari http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-hipertensi-dunia 2019-know-your-nimber-kendalikan-tekanan-darahmu-dengan-cerdik

Yuda Putu. (2011). Deteksi dini dan pencegahan hipertensi dan stroke, Yogyakarta:Media Pressindo.

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Khalimah, S. N. (2022). STUDI KASUS PENGELOLAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN DITATANAN KELUARGA. Repository STIKES Muhammadiyah Kendal. Retrieved from http://repo.stikesmuhkendal.ac.id/index.php/repository/article/view/51