STUDI KASUS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT

Authors

  • Vionica Trias Wulandari

Keywords:

penurunan tekanan darah, hipertensi, terapi rendam kaki air hangat

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan angka (morbiditas) dan angka mortalitas atau kematian (Triyanto, 2014). Normal tekanan darah adalah 120 sampai 129/80 sampai 84. Dikatakan hipertensi stase 1 jika tekanan darah mencapai 140 sampai 159/90 sampai 99 mmHg, hipertensi stase 2 yaitu jika tekanan darah mencapai 160 sampai 179/100 sampai 109 mmHg, hipertensi stase 3 ≥180/110. Jika seseorang tekanan darahnya >140/90 mmHg, maka disebut hipertensi sistolik terisolasi (Heart Fonundation, 2016).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aripin. (2015). Pengaruh Aktivitas Fisik, Merokok dan Riwayat Penyakit Dasar Terhadap Terjadinya Hipertensi di Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015. Dalam Jurnal. Program Pascasarjana Universitas Udayana. Denpasar.

Adib, Mohammad. 2013. Filsafah Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Brunner & Suddarth. 2017. Keperawatan Medical-Bedah Edisi ke-12. Jakarta: EGC.

Choiri A. 2013. Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Siastol Pada Pasien Hipertensi Grade 2. Skripsi: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura. Tidak Dipublikasikan.

Cappuccino, F., et al. 2004. Blood Pressure Control By Home Monitoring: Meta-Analysis Of Randomised Trials, Cite this Article As: BMJ, doi:10.1136/bmj.38121.684410.AE.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Jawa Tengah 2014. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2015.

Dewi, S., & Familia, D. (2014). Hidup Bahagia Dengan Hipertensi. (R. Kusumaningratri,Ed). Yogyakarta: A Plus Books.

Damayanti, D. 2014. Perbedaan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi Rendam Hangat Pada Penderita Hipertensi di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Semarang: Jurnal STIKES Ngudi Waluyo Ungaran.

Fauzi, Isma. 2014. Buku Pintar Deteksi Dini Gejala,& Pengobstan Asam Urat, Diabetes & Hipertensi. Yogyakarta: Araska.

Ferri, F. F. 2017. Ferri’s Clinical Advisor 2017: 5 Books in 1. Philadelphia: Elsevier, Inc.

Heart Fundation. (2016). Guidline for the Diagnosis and Management of Hypertension in Adults. Melbourne: National Heart Fundation of Australia.

Hartini, Reni Sari (2015). Pengaruh Depresi terhadap Tingkat Depresi pada Lansia. Universitas Islam Bandung.

Hembing, (2015). Ensiklopedia Milineum, Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia: Jilid 1. Jakarta: PRESTASI.

Irwan. 2016. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Yogyakarta: Deepublish.

Intan. 2010. Dasar-dasar Fisioterapi pada Cedera Olahraga. Yogyakarta: UNY

Junaedi, E., Yulianti, S.,& Rinata, M. G. (2013). Hipertensi Kandas Berkat Herbal. (T. Yulia, Ed.). Jakarta Selatan: Fmedia (Im rint Agro Media Pustaka).

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2014. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI 2013.

Kelley, G. A., and Kelley, K. S. (2000). Progressive resistance exercise and resting blood pressure: A meta-analysis of randomized controlled trials. Hypertension, 35, 838-843.

Lalage, Z. 2015. Hidup Sehat Dengan Terapi Air. Klaten: Abata Press.

Lalage, (2015). Hidup Sehat Dengan Terapi Air. Yogyakarta: Abata Press.

Muhammadun, Arif. 2010. Hidup Bersama Hipertensi, (di akses pada tanggal 23 Januari 2018 pukul 09.40 WIB) dalam http://www.coursehero.com

Madyastuti L, dkk. 2012. Cara Baru Jinakkan Hipertensi. Hhtps://id.scribd.com/mobile/doc/179858108.

Nurarif, A.H,&Kusuma, H, 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC NOC, edisi revisi jilid 2. Jogyakarta. Media Action.

Novita, I. (2010). Dasar Dasar Fisioterapi pada Cedera Olahraga. Yogyakarta: UNY Journal Studies.

Ningrum. 2012. Perbandingan Metode Hydroterapi Mssage dan Massage Manual Terhadap Pemulihan Kelelahan Pasca Olahraga Anaerobic Lactacid. Bandung: Respository. UPI.

Notoadmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta:PT.Rineka Cipta.

Profil Kesehatan Indonesia. (2011). Waspadai hipertensi kendalikan tekanan darah. Diperoleh tanggal 1 januari 2014 dalam http://pppl.depkes.go.id.

Pudiastuti, R. D. (2013). Penyakit-Penyakit Mematikan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Pudiastui, R. D. (2011). Penyakit Pemicu Stroke: Dilengkapi dengan Posyandu dan Posbindu PTM. Nuha Media. Yogyakarta: 01-39.

Potter, P. (2012). Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC

Pratika, M.I. 2012. Pengaruh Hidroterapi Rendam Air Hangat Pada Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah. Jurnal Universitas Muhammadiyah Surabaya, (di akses pada tanggal 10 J anuari2018 pukul 05.50 WIB) dalam https://www.scribd.com

Smeltzer, B., Hinkle, J., Chever, K. (2010). Brunner and Suddarth’ss textbook of medical surgacial nursing (11 th ed.). Philadelphia: Lippincott

Smeltzer, Susan C. 2013. Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth: Alih Bahasa, Devi Yulianti, Amelia Kimin: editor edisi bahasa indonesia, Eka Anisa Mardella. –Ed. 12. Jakarta: EGC.

Syaifuddin, 2011. Anatomi Fisiologi: Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Keperawatan dan Kebidanan Edisi 4. Jakarta: EGC.

Sudarta, I. W. (2013). Asuhan keperawatan klien dengan dengan gangguan sistem cardiovaskuler. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Santoso, A. Dwi. (2015). Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Upk Puskesmas Khatulistiwa Kota Pontianak. Diakses tanggal 07 Juli 2019.

Sutanto Teguh. 2014. 101 Khasiat Terapi Air Putih. Yogyakarta: Notebook.

Triyanto, Endang. 2014. Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tari, M. 2015. Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Skripsi Universitas Esa Unggul Jakarta Barat.

Udjianti, Wajan Juni. 2010, Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika.

Umah., et al. 2012. Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Program Studi Ilmu Keperawatan; PSIK UNIGRES.

Umah. K, (2014). Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Surabaya: Universitas Gresik.

Wahdah, N. (2011). Menaklukan hipertensi dan diabetes: mendeteksi, mencegah, dan mengobati dengan cara medis dan herbal. Yogyakarta: Multipress

Widyanto, F. C dan Triwibowo, C. (2013). Trend Disease Trend Penyakit Saat Ini. Jakarta: Trans Info Media.

Wijaya, Andra. Saferi.,& Putri, Yessie. Mariza.(2013). Keperawatan Medikal Bedah (Keperawatan Dewasa) 1. Yogyakarta: Nuha Medika.

Yonata, A., Satria, A. 2016. Hipertensi Sebagai Faktor Pencetus Terjadinya Stroke. Majority Vol. 5 No. 3.

Yeyeh, Ai & Lia Yulianti, 2010. Asuhan Kebidanan IV ( Patologi Kebidanan ). Purwakarta : Penerbit Buku Kesehatan.

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Wulandari, V. T. (2022). STUDI KASUS PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT. Repository STIKES Muhammadiyah Kendal. Retrieved from http://repo.stikesmuhkendal.ac.id/index.php/repository/article/view/61